“barang siapa yang keluar rumah untuk belajar satu bab dari ilmu pengetahuan, maka ia telah berjalan fisabilillah sampai ia kembali ke rumahnya”
Manusia tidak hanya diminta oleh tuhan untuk membaca alam, tetapi juga manusia dan hubungan sosialnya, juga tentang penciptanya. begitu juga kita diminta senantiasa untuk berfikir setelah membaca suatu hal. kemudian setelah membaca , maka kita diminta untuk merenung kembali dan berfikir dengan akal yang telah di anugrahi kepada kita.
Jika manusia tidak mampu memberdayakan kemampuan nalar (reasoning power) dalam dirinya, maka manusia dalam keadaan “terputus”(dari mata rantai kehidupan) dan menjadi kehilangan arah. dengan kemampuan nalar pulalah, seseorang dapat mencerna unsur-unsur penting yang ada di alam ini sebagai kesatuan sunatullah.
Kita harus memiliki prinsip kuat sebagai pegangan dan landasan pertama sebelum “membaca” realitas alam di hadapan kita.
Yakni :Surat Al-Alaq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar